Berdagang Seperti Mencari Jodoh atau Mencari Jodoh Seperti Berdagang

Seperti biasanya, orang yang akan memulai berdagang akan melakukan riset, perencanaan dan tetek bengek lainnya agar dagagnan dia laris. Yang jual makanan akan mencari resep terenak, yang menjual pakaian akan mencari distributor atau tukang jahit terbagus, yang berdagang alat elektronik akan mencari distributor paling murah. Setelah komoditasnya didapatkan, segala usaha melariskan dagangannya dilakukan. Membuat spanduk, brosur, poster, website atau alat promosi lain. Bahkan ada yang menggunakan jasa sales untuk melariskan dagangannya. Kadang malam jadi siang, siang jadi malam. Kadang kaki jadi kepala, kepala jadi kaki.

Semua siap. Konsep telah matang. Perencaan sudah oke. Segala usaha promosi sudah dilakukan. Hasilnya? Jauh panggang dari api. Bulan pertama sampai bulan keempat semangat masih membara. Masuk bulan ke delapan hati mulai bertanya-tanya. Masuk bulan ke sepuluh ragu mulai merasuk di kalbu. Masuk bulan ke duabelas mulai yakin jika usahanya harus dievaluasi.

Besar pasak dari tiang. Setelah mengarungi bisnis selama setahun, keyakinan mulai mantap. Sulit melawan pemain lama. Lalu mencoba bertahan hinga bulan ke delapanbelas. Mengisi waktu untuk mencari peluang lain. Di bulan ke enambelas sebuah tawaran menarik masuk. Sudah dicoba selama sebulan dan hasilnya lumayan lebih bagus ketimbang dagangan kemarin. Bulan ke delapanbelas dagangan lama resmi ditinggalkan dan beralih ke dagangan baru.

Mencari jodoh pun kadang seperti itu. Berbagai usaha kita lakukan. Berbagai rencana kita tuliskan. Namun hasilnya, subjek yang sedang kita usahakan harus kita tinggalkan. Dengan berbagai alasan yang datangnya bisa dari subjeknya atau dari kita. Kadang muncul rasa gelo. Gelo itu bahasa jawa yang artinya kurang lebih kecewa. Upaya yang kita lakukan tak sebanding dengan hasil yang kita dapatkan. Kadang apa yang menurut kita oke, tidak oke menurut subjeknya. Menurut kita usaha uda maksimal, menurut Dia kita belum usaha apa-apa.

Namun, kontra lagunya padi, pencarian pun belum usai. Jodoh memang gak akan lari. Tapi kalo gak disamperin, kita gak bakal ketemu. Tapi anehnya dalam dagang, ada beberapa orang yang sukses dagang cuma modal iseng. Iseng bikin cincin dari kain perca, eh laku dan laris. Kalo jodoh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s