Kopi Ulubelu; Segaris Senyum dari Secangkir Kopi.

PANO_20130812_174938297

Sunset di Atas Ferry

Entah apa namanya. Sebuah perasaan yang timbul setelah melakukan perjalanan/liburan yang menyenangkan. Perasaan ini seringkali hadir saat kita telah kembali ke rumah dan beristirahat / tidur untuk memulihkan kondisi. Kadang buat yang pulang dari perjalanan mepet waktu masuk kantor atau kuliah, perasaan ini akan hadir sesaat setelah pulang kantor atau kuliah.

Sulit sekali mencari padanan kata untuk perasaan ini. Dibilang bete tapi kita enjoy dan bahagia. Dibilang bahagia, tapi kita pengen melakukan sesuatu yang bisa bikin suntuk hilang. Dibilang mager (malas bergerak) juga enggak karena kita gak akan nolak untuk sebuah ajakan ngopi atau nognkrong. Entah lah. Intinya perasaan ini hanya bisa dirasakan bagi mereka yang telah melakukan sebuah perjalanan. Bukan perjalanan yang penuh kemudaha atau kemewahan tapi perjalanan yang lebih banyak bertemu kesulitan ketimbang kemudahan yang kemudian menciptakan hal-hal dan pengalaman baru. Kemudian membentuk petualangan seru dan cerita haru. Seperti terjebak badai saat mancing di sebuah tanjung di sebuah pulau. Dan menjejakan kaki di pulau kecil berpasir. Pulau yang terlihat hanya saat laut sedang surut.

?????????????????

Pulau Timbul

Waktu itu langit di daratan memang berawan hitam namun langit di atas kepala saya masih terang. Saya pikir langit di atas tak mungkin menghitam karena daratan itu jauh sekali. Tapi saya salah.  Beberapa menit kemudian angin berhembus kencang di tempat saya mancing. Langit juga lama kelamaan menghitam. Saya pun  menarik pancing dan segera berangkat pulang. Baru saja melangkahkan kaki, hujan disertai angin turun dengan lebatnya. Saya beserta seorang saudara berjalan pulang di tengah hujan badai. Daratan sudah samar terlihat. Air laut sedikit berombak. Keadaan tanjung dan perjalanan pulang saya saat itu amat menyeramkan namun menyenangkan. Saya berasa ada di setting syuting film Pirates Carribean. Dan saat badan saya basah terhempas air hujan. Saya merasa seperti ada di film Forest Gum saat dia di Vietnam merasakan hujan dari samping. Hehe. Lebay. Mancing gagal. Pulau Tegal di Lampung kali ini kurang bersahabat.

GE DIGITAL CAMERA

Pulau Tegal

Kembali ke topik. Perasaan itu yang gak jelas itu makin bertambah gak jelasnya saat kita membawa sesuatu barang yang baru yang kita sukai. Misalnya kita suka fashion.  Lalu di daerah yang kita singgahi kita menemukan sebuah priduk fashion yang terbuat dari kain khas daerah tersebut. Nah, saat perasaan itu singgah di diri kita, biasanya kita isi dengan kebahagiaan menjajal produk fashion yang kita beli.

Nah, kalo saya suka dengan kopi. Kebetulan sebelum pulang, saya mampit r kesebuah toko oleh-oleh. Sebetulnya saya tidak terlalu berminat membeli oleh-oleh karena dari dulu oleh-olehnya cuma itu-itu saja. Namun di sebelah toko oleh-oleh itu saya menemukan sebuah toko yang menjual kopi ulubelu. Saya penasaran. Niatnya cuma ingin tahu saja. Namun melihat harga dan wanginya yang memikat saya pun membelinya. Dan yang saya suka lagi di toko itu menjual banyak jenis kopi. Haha. Bakal betah saya di sini.

???????????????????????????????

Belanja Kopi

Ada berbagai kopi yang ditawarkan. Semua buatan lokal. Namun saya saya suka dari kopi ulubelu ini adalah logonya. Terkesan profesional. Juga packagingnya yang juga profesional. Seperti packaginng kopi excelso yang bisa kita cium aromanya lewat lewat sebuah lubang kecil. Selain kopi ulebelu ada juga kopi merek lokal yang kemasannya sama profesional. Di toko ini juga menyediakan kopi luwak. Entah asli atau tidak. Namun harganya beragam. Secara saya penasaran banget sama rasa kopi luwak. Saya pun memebli kopi luwak satu ukuran sekali minum. Sayangnya penjaga toko ini kurang mengerti dan banyak bercerita tentang kopi. Padahal nama ulubelu ini diambil dari nama tempat yang di tempat itu adalah dialiaskan dengan negeri kopi robusta. Lebih lanjut klik http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/13/07/13/mpt3yc-inilah-negeri-kopi-robusta

01IMG_20130818_143328

Kopi Luwak

Walaupun kurang puas dengan penjual kopi ini. Saya tetap bahagia karena akan mencicipi kopi jenis baru. Kopi yang dikemasannya tercetak tulisan “100% Robusta Beans”.  Dan saya pun mengisi waktu melewati perasaan yang aneh ini dengan mencicipi kopi baru. Saya buat secangkir kopi ulubelu sembari menulis tentang perasaan tak bernama ini.

Kopi ulubelu ini tidak terlalu kuat dan tidak terlalu pekat. Gilingannya halus. Yang saya suka adalah wanginya itu. Kalo kata upin-ipin “sedapnyeee”. Rasanya juga enak, seperti kopi di kedai-kedai kopi terkenal. Namun kopi ini lebih nikmat disantap panas. Tidak seperti kopi Lampung cap Bola Dunia yang terkenal yang lebih nikmat disantap saat kondisi adem.

???????????????????????????????

Kopi Ulubelu

Saya buat dengan cara biasa. Namuna d sepertinya saya harus mencoba membuat kopi dengan cara lain. Mungkin dengan coffee drip atau moka pot. Tapi sepertinya saya akan mencoba dengan moka pot.Yess! Pengalaman baru lagi. Namun harus menunggu kocek terkumpul untuk membeli moka pot.

Sampai kopi ulubelu dan tulisan ini selesai, saya pun belum menemukan kata yang cocok untuk menggambarkan perasaan ini. Mungkin ada yang tahu?

PS.  Alhamdulillah..🙂 Terima kasih telah menambah pengalaman baru dalam petualangan kopi.

?????????????????

Basecamp di Pulau Tegal

Mencoba Peruntungan

Mencoba Peruntungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s