Kisah Rumah Makan Padang tapi Kaki Lima

Waktu itu hari Kamis. Lapak gak terlalu rame, kerjaan juga cukup ringan. Cuma matahari yang hari itu sepertinya tidak memakai sehelai pun benang. Ditambah suasana lambung yang sudah mulai cek sound. Sebentar lagi keroncongan atau mungkin dangdutan.  (Bisa jadi – bisa jadi)  Hehe.

Pulang dari lapak agak cepat untuk menuju Ciputat membeli perlengkapan manjat.  Dan orkes dangdut di perut saya mulai bermain. Saya harus sabar. Harus menunggu sekitar satu setengah jam lagi untuk dapat mengisi perut.

Empat puluh lima menit kemudian saya sudah sampai di Ciputat, tepatnya di toko perlengkapan outdoor bernama Leuser. Di sini saya cari mencari jaket atau wind breaker. Belum lagi saya kasih makan perut, saya sudah terlebih dahulu memberi makan kepada waktu dan pikiran (baca: makan waktu & pikiran) untuk pilih memilih jaket. Maklum, selera tinggi budget rendah. Haha. Alhasil sampailah saya di jam 6. Break sejenak untuk  setor muka dan cari ganjelan.

Setor muka dilakukan agak jauh dari toko Leuser. Tepatnya di Musola Stie Ahmad Dahlan. Beres setor, saya cari ganjelan sebotol air putih dingin dari mini market alay, Sevelay Elevelay. Hehe. Pencarian pun saya lakukan kembali dan berakhir pada sebuah jaket berwarna abu-abu kombinasi biru dongker.

Setelah beres kasih makan ke pikiran dan waktu, saatnya saya kasih makan ke perut. Tapi karena niat ngirit, saya bulatkan tekad untuk gak makan sebelum sampe rumah. Namun, rejeki berkata lain. Maksudnya rejekinya tukang makanan. Kalo boleh divisualisasikan, mungkin saat saya lewat tempat itu, Malaikat udah nyegat sambil bawa ceklist takdir manusia. Dengan  cara gaib saya segera di belokkan ke tempat ini.

???????????????????????????????

Namanya Rumah Makan Padang “Minang Maimbau” tapi yang jualnya orang betawi. Apapun itu, pada dasarnya saya lapar dan menemukan tempat yang menurut saya unik. Unik karena keluar dari pakemnya rumah makan padang.  Baik dari pakem tempat dan pakem jam operasional. Biasanya rumah makan padang itu menempati sebuah toko/ ruko. Lalu makanannya di taruh di lemari kaca yang maksudnya biar gak di-lalat-in. Udah gitu, biasanya juga rumah makan padang ramai dikunjungi di siang hari.

Rumah makan padang yang ini bertempat di dalam tenda/kaki lima. Buka-nya malam hari. Dan makanannya diumbar. Jadi kita makan ngadepin lauk pauk yang menggiurkan. Nah, hal terakhir ini yang sebenarnya membuat saya ngebet pengen makan di tempat ini. Saya pun memarkirkan kendaraan dan memesan sepiring nasi dengan rendang. Seperti biasa. Setiap nyobain warung padang baru, saya selalu pesan rendang. Karena dari makanan ini kita bisa tahu standar rasanya.

???????????????????????????????

Nasi Rendang RM Minang Maimbau Ciputat

Nasi dengan rendang pun hinggap di depan mata saya. Alamaaak. Yang bikin saya gak tahan itu godaan lauk-lauk yang lain yang nangkring indah di depan mata. Kalo gak inget peyek udang harganya cukup mahal, uda gua sikat dari tadi. Bayangin. Makan di depan menu-menu berkuah santan nan gurih. Gule ayam, kikil, dadar telor yang tebalnya kayak miniatur tembok cina, dan masih banyak lagi lauk lain.

???????????????????????????????

Deretn Makanan RM Minang Maimbau Ciputat versi Kaki Lima

Sebetulnya makan padang kayak gini uda banyak di Jakarta, cuma buat saya ini hal baru dan pengalaman baru. Ya jadinya norak. Hehe. Buat rasa sebetulnya standar. Dibilang enak enggak, dibilang gak enak yang enggak juga. Jadi lumayan aja. Cuma yan gak lumayan buat saya yang baru pernah adalah sensasinya. Sensasi nahan sabar gak ngambil peyek udang. Hahaha.

???????????????????????????????

Peyek Udang RM Minang Maimbau versi Kaki Lima Ciputat

Tempat makan ini letaknya  kurang lebih 400 meter setelah Kampus UIN arah Pondok Indah, di kanan jalan.

???????????????????????????????

Tampak Depan RM Minang Maimbau Kaki Lima

??????????????????????????????????????????????????????????????   ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s