Asli se-asli-aslina Backpacker

Asli se-asli-aslina Backpacker

Buat yang nunggu postingan Magel Kaman Pahele edisi 3 alias edisi final, harap bersabar ya. Postingan ini gak jauh-jauh temanya dari jalan-jalan. Tau dong backpacker? Katanya mah jalan-jalan murah. Murah sagala-gala. Murah transportasi, murah penginapan dan murah makanan. Tapi, akhir-akhir ini jika membuka situs tentang backpacker, kebanyakan isinya adalah informasi tentang tempat wisata baru atau cari teman backpack. Jarang sekali yang mem-posting tentang penginapan murah atau transportasi murah dll.

Perkembangan trend backpacker yang agak sedikit berubah ini sah-sah saja dan normal karena kondisi ekonomi masyarkat Indonesia yang membaik sehingga biaya perjalanan dalam kondisi normal cukup terukur. Kalo perjalanan normal bisa, kenapa harus backpack. Kondisi sarana dan prasarana juga mendukung. Gampangnya, daripada naek kereta ekonomi murah tapi takut tindak kriminal mending naik pesawat. Harga beda dikit tapi jelas cepat. Jika kondisi sarana prasarana sangat baik untuk apapun kelasnya, mungkin masih banyak peminat moda transportasi dan penginapan tarif rakyat jelata.

Pertanyaannya, apakah masih bisa melakukan perjalanan dengan semurah mungkin. Amat bisa terutama untuk makanan. Kalo untuk transportasi dan penginapan banyak pertimbangan untuk memilih yang tidak murah karena terkait kenyamanan dan kecepatan. Tapi untuk makanan amat bisa. Karena terjamin murah dan enak. Dan ini, Cuma ada di Indonesia. Makan satu hari hanya dengan 20.000 rupiah.

Tahu kan gorengan. Tempe goring, tahu goring, ubi, pisang, dan genk-nya. Nah, ini adalah cara agar perjalanan kita bener-bener backapacker. Dulu, waktu gorengan 500 perak per satuannya, kita bisa makan cuma dengan rp. 10.000 perhari. Sarapan, makan siang, dan makan malam full gorengan. Makanlah pada masing-masing waktu sebanyak 5 pcs gorengan. Totalnya sekali makan rp. 6.000. Yang seribu buat beli air mineral dalam gelas. Usahan makan yang ngenyangin dan bergizi. Pilihan bisa jatuh pada 3 pcs bala-bala/bakwan biar kenyang, 1 pcs pisang  biar bergizi , dan 1 pcs ubi agar pencernaan lancer.

Hal seperti itu sudah saya praktekkan jaman kuliah di Bandung tempo kemarin.  Jangan tanya soal kenyang karena ini menyangkut kapasitas perut. Yang insya Allah pasti, kita dapat bertahan hidup. Yah, gak lapar-lapar amat lah.

Ada tips untuk Anda para pemburu gorengan. Kalo di Jabodetabek, ada 2 tipe penjual gorengan. Tipe pertama, penjual gorengan dengan gerobak cantik atau pikulan busuk. Sebut saja gorengan legal. Gerobaknya biasanya bersih, kelimis, dan kinclong. Terbuat dari alumunium atau kayu yang dipelitur mengkilat. Atau pikulan busuk bin gembel yang tempat naruh gorengannya di atas besi bekas kipas angin. Gorengan di penjual tipe pertama ini biasanya kecil-kecil. Enak mah enak, tapi kurang nendang.

Gorengan tipe kedua. Nah, inilah gorengan yang harus Anda sambangi. Biasanya dijual berbarengan dengan warung kopi, tukang nasi uduk, tukang gado-gado atau warung-warung lain. Intinya, gorengan ini hanya sebatas pelengkap saja, bukan komoditas utama jualannya. Makanya, gorengan ini bisa disebut juga gorengan ilegal. Biasanya gorengan ini yang jual ibu-ibu dan biasanya gorengannya besar-besar. Namanya ibu-ibu, mungkin saat dia memotong bahan inget anak dan suaminya kalo kelaparan di jalan.  Jadilah dia jualan gorengan pake perasaan. Gak terlalu money oriented.

Silakan mencoba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s