Karena Buah gak Semuanya Matang Sempurna

Karena Buah gak Semuanya Matang Sempurna

WORKHARD

“Work Hard and Stay Humble” adalah sebuah stiker yang baru saja saya temukan di salah satu forum online. Menjadi sederhana atau rendah hati adalah perkara yang susah-susah gampang. Keberhasilan, jabatan, tingkat ekonomi, pasangan yang sempurna, anak yang pintar dan prestasi adalah secuil dari ribuan faktor yang dapat membuat orang jadi belagu.

Kalo boleh  gw simpulkan, kesombongan biasanya timbul saat apa yang kita inginkan dan kita perjuangkan untuk mendapatkannya kemudian berbuah manis. Harapan terwujud. Merasa seolah-olah kerja keras dan hasil pemikiran kita tepat. Berkat ilmu dan pengalaman yang ada.

Sah-sah saja seseorang bangga dengan hasil kerja kerasnya. Itu normal. Baik dalam pandangan agama dan dunia. Kata agama juga nasib gak akan berubah kalo kita gak mau merubahnya. Well, berubah itu perlu kerja keras. Menjadi sombong itu pilihan, tapi efeknya jelas mutlak. Gak bisa dipilih-pilih.

Sekarang bagaimana jika apa yang kita harapkan dan sudah diusahakan dengan maksimal tidak berbuah manis atau boleh dibilang nihil. Efeknya jelas membuat galau, misuh-misuh, komplen atau bahkan minum baigon, menyayat urat nadi, tidur di atas rel, gerus-gerus aspal, ngais-ngais sampah  dan berbagai bentuk aktivitas negativ lain. Namun dibalik itu, sebenarnya ada pelajaran yang berharga. Dari sini, yuk mari mulai bersyukur karena memperoleh kegagalan atau hasil nihil. Mengapa? Nah ini lah poin penting tulisan ini. Karena ternyata Allah SWT sedang menyelamatkan kita dari menjadi sombong.

Begini rumusnya. Saat usaha gagal mencapai harapan maka kita merasakan kelemahan diri sendiri. Tidak semua apa yang kita harapkan dapat tercapai. Tidak semua yang kita usahakan mencapai hasil yang sesuai. Hal ini menghindarkan diri dari sikap jumawa. Eits, saya gak ngajarin jadi pesimis. Jelas manusia itu punya potensi yang sangat hebat, namun jelas pula bahwa potensi sehebat apapun tanpa usaha akan nihil. Usaha apapun tanpa ijin dari Allah juga sama nihilnya. Intinya, di atas langit masih ada langit.

Nampaknya akan sulit untuk bisa stay humble and always hard work bagi mereka yang belum pernah merasakan gagal. Itu.

PERHATIAN:

Saya bukan ustadz, Cuma kebetulan aja lagi lurus aja. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s