Tahun Baru dengan Ibu

Malam pergantian tahun 2013. Malam itu adalah malam yang paling berkesan untuk saya. Setelah banyak malam perhantian tahun saya nikmati di berbagai kota dan daerah. Melebur bersama hingar bingar manusia dengan berbagai logat dan dialek. Bersyukur saya dapat menikmati malam pergantian tahun di banyak tempat. Banyak pengalaman yang saya rasakan. Uniknya, setelah ditelisik ulang, kebanyakan malam pergantian tahun saya habiskan di jalan protokol di daerah yang saya singgahi. Jadi kepikirian buat ngumpulin foto setiap malam pergantian tahun yang sudah dilewati. Dan mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya dapat merasakan pengalaman di kota yang lain.

Sebenarnya saya termasuk orang yang tidak setuju dengan perayaan tahun baru. Bayangkan, jauh di sana ada orang yang sedang membutuhkan bantuan dana untuk biaya pengobatan sedangkan di sini orang membakar uang bahkan sampai miliyaran rupiah untuk kembang api. Entah apa rasanya jika kita yang ada dalam posisi mereka yang membutuhkan. Tapi masalahnya keelokan atraksi kembang api sulit sekali ditolak. Saya tidak habis pikir begitu pintarnya manusia membuat kembang api dengan berbagai efek. Akhirnya, daripada pusing, saya menposisikan diri hanya sebagai penikmat kembang api. Sebisa mungkin menolak memasang bahkan membeli kembang api. That’s small step for ordinarypeople like me.

Yang kedua, karena tanggal 1 adalah tangggal merah. Waktu yang tepat untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Jika saja tanggal 1 tidak merah, saya lebih memilih ada di rumah istrahat. Kita berkumpul bukan karena tahun baru tapi karena libur. Namun tetap saja kadang jadi terkesan merayakan.

Malam tahun baru kali itu malas membalut tubuh dengan kuat. Ajakan untuk keluar dengan ringan ditolak. Hanya ada saya dan ibu di rumah. Cuaca waktu itu cukup dingin dan berangin. Ibu memakai jaket warna kuning favoritnya. Semalaman hanya diisi dengan nonton tv. Sampai jam 12 tiba, saya dan ibu beranjak ke balkon rumah di lantai 2. Berbagai jenis kembang api lalu lalang di langit. Kembang api agak besar ditembakkan dari mall yang terletak di sebelah uatara rumah. Saya mengambil kamera dan memotret beberapa kembang api sedang ibu duduk di kursi plastik menikmati kembang api sambil mendekap tubuhnya sendiri.

Selesai memotret saya lalu duduk di pilar balkon menikmati kembang api bersama ibu. Kami berdua lebih banyak diam. Kadang berbicara sebatas komentar tentang kembang api.

Menikmati malam tahun baru bersama ibu. adalah malam paling berkesan.

10 menit kemudian, ibu pamit turun ke bawah untuk tidur. Saya masih di balkon menikmati sisa-sisa kembang api dan tersadar akan sesuatu.

?????????????????

?????????????????

?????????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s