Cerita Valentine

Sepulang nguli saya berkunjung ke sebuah pertemuan. Bertemu teman-teman yang khusuk dengerin ceramah. Bahasa gampangnya pengajian.

Beres pengajian seperti biasanya ada kebiasaan buka forum teras. Forum teras ini ajang ngobrol ngalor ngidul para peserta ngaji. Sedang asyik ngobrol, saya lupa bahwa saya bawa coklat di tas. Malam itu pas tanggal 14 Februari. Waktu saya ngambil cokelat untuk memeriksa leleh atau tidak, seorang teman melihat. Namanya Ikhsan.

“ Ente Valentinan, Mar?”

“Yoi dong. Gaul gitu.” Jawab saya enteng

“Orang mah, kalo ente emang bener cinta, kasih mahar, jangan dikasih cokelat!,” kata teman saya meledek.

Mendengar kata-katanya saya langsung terdiam. Kerasa banget keselepet to the max. Saya gak jawab apa-apa dan emang gak bisa jawab apa-apa. Apa yang teman saya bilang adalah kebenaran tertinggi. Tidak bisa dibantah atau diakal-akali jawabannya.

Namun satu hal lagi yang membuat saya terdiam. Cokelat itu buat keponakan saya yang masih TK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s