Benar-Benar Baik atau Baik yang Sebenarnya

Suatu saat saya bertemu sebuah keluarga. Keluarga ini saya temui untuk tujuan memindah alihkan usaha yang gak kepegang. Senang sekali melihat keluarga ini. Keluarga yang hangat menerima setiap orang. Salah satu alasan saya menentukan keluarga ini adalah karena mereka baik. Beberapa kali saya ke rumahnya dan beberapa kali juga saya menemui beberapa tetangga yang sedang main ke rumahnya. Artinya, keluarga ini memiliki hubungan yang baik dengan tetangganya. Sekali lagi, mereka orang baik.

Keluarga ini memiliki anak buah yang nantinya akan menjalankan usaha yang akan dipindahalihkan ini. Saat sang istri mencoba memanggil anak buahnya. Namun si anak buah ini baru muncul setelah beberapa kali panggilan. Mungkin si istri kesal karena si anak buahnya tidak cepat menyahut. Keluarlah sebuah kata yang menurut saya tidak enak didengar.

Melihat perlakuan seperti itu membuat saya penasaran. Saya pribadi mewajarkan kemarahan si istri, mungkin saya pun akan begitu. Untuk menghilangkan rasa penasaran, saya mencoba ngobrol dengan si anak buah di waktu yang lain. Dia bercerita bahwa si istri jika ngomel bisa mengeluarkan seluruh isi kebun binatang. Saya gak langsung percaya, saya mencoba memberikan nasihat bahwa mungkin si istri sampai berkata seperti itu karena si anak buah melakukan kesalahan. Si anak buah pun kemudian membenarkan bawa memang dia yang salah. Namun ada hal yang tidak disukai adalah cara si istri marah.

“Kita sih ngeri kita salah, tapi ya jangan kayak itu dong. Emang kita baru kerja sebulan dua bulan” kata si anak buah.

Kebetulan si anak buah ini saya ketahui sendiri memang mengikuti si suami semenjak dia masih jaman kuliah.

The Point

Tadi malam saya ingat sebuah teori komunikasi bahwa manusia akan senantiasa tidak menunjukkan keasliannya kepada orang yang baru dia temui. Mungkin hal itu yang terjadi pada keluarga tadi. Keluarga dia dan anak buahnya sudah ribuan kali bertemu sehingga komunikasinya sudah tidak ada yang ditutup-tutupi lagi. Seandainya saya ada menjadi anak buahnya, mungkin perlakuannya akan sama.

Sekarang, coba kita hubungkan dengan usaha pencarian jodoh. Hehehe. Keluarga tadi adalah contoh di mana pasangan baik hanya kepada orang tertentu. Artinya, pasangan kita amat baik dengan kita tapi tidak dengan orang lain. Apapun yang kita mau dia turuti. Bagaimanapun keadaan kita dia terima tanpa mengeluh, tapi itu hanya berlaku untuk kita bukan untuk orang lain. Seneng sih punya pasangan seperti itu hanya kita mungkin harus tahan dengan omongan orang.

Selain itu, pasangan yang amat baik dengan kita bisa sebetulnya terikat status. Misalnya anak buah sangat baik dengan majikannya. Atau Suami yang baik dengan istrinya karena dia galak. Atau sebaliknya. Artinya baik seperti ini adalah baik dengan syarat. Jika dalam posisi yang terbalik maka terbalik juga kebaikannya. Orang yang baik seperti ini saya coba kategorikan sebagai baik yang gak ikhlas. Dia baik cuma kalo di sana ada kepentingannya. Jadi bisa dibilang baiknya palsu.

Semua orang punya kekurangan dan kelebihan. Beruntung orang yang mendapatkan pasangan yang benar-benar baik dengan kita walaupun dia tidak baik dengan orang lain. Kenapa beruntung? Karena ada pasangan yang justru amat baik dengan orang lain tapi tidak dengan kita.

Namun lebih beruntung lagi orang yang mendapat pasangan yang baik dengan sebenarnya. Dengan kita ataupun dengan orang lain dia tetap baik. Orang seperti ini saya kategorikan sebagai baik yang ikhlas. Apapun kondisi orang yang dia temui, apapun pangkatnya dia tetap baik.

Mendapatkan pasangan yang baik dengan sebenarnya berarti kita mendapatkan dua kenikmatan. Nikmat melihat betapa baiknya dia terhadap kita dan nikmat mendengar komentar baik orang lain dengan pasangan kita.

Semoga saya dan anda mendapatkan pasangan yang baik dengan sebenarnya. Manusia model begini susah dan langka ditemui tapi  at least pasangan kita senantiasa belajar dan berusaha menjadi baik yang sebenarnya.. Amiiin.

Ps. Tulisan ini hanya sekadar analisa dan kategorisasi. Intinya tulisan cuma iseng.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s