Kenapa Harus “Nyampah”

Tahun 2008 waktu itu facebook dan flickr, jejaring social berbasis foto, kalo sekarang instagram, sedang boming-bomingnya. Di tahun yang sama sebuah jejaring social buatan local mencoba ikut tampil, namanya Koprol.com. Bersyukur saya pernah menjadi bagian walaupun secara amat tidak langsung saat peluncuran Koprol.com.

Koprol.com

Koprol adalah jejaring sosial yang dibuat oleh Satya Witoelar, anak dari Pak Wimar Witoelar. Jika melihat model jejaring social sekarang ini, facebook, twitter, foursquare, dan instagram, Koprol.com pada tahun 2008 sudah mengadopsi teknologi yang dipakai jejaring social tersebut. Waktu itu, saat facebook masih tebatas pada berbagi status, koprol.com sudah memiliki fasilitas berbagi status dan check-in. Fasilitas ini yang membuat foursquare boming pada 2009.

Buat saya, koprol.com adalah beyond. Artinya di atas rata-ata. Kalo melihat tren jejaring social sekarang ini, saya berpikir bahwa Mas Satya waktu itu sangat kreatif. Mampu melihat kebutuhn dna minat manusia di waktu mendatang. Terbukti kini hampir semua jejaring social memiliki fasilitas check-in. Fasilitas- fasilitas yang koprol.com miliki pada saat itu sudah sekelas path saat ini. Kadang saya berpikir bahwa path adalah wujud penyempurnaan koprol. Lalu, apa latar belakang penanaman fasilitas check-in di koprol.com?

Check In

Saya mengetahui koprol.com dari pak Wimar. Ada hal yang menarik saat pak Wimar mengenalkan koprol kepada kami. Waktu itu pak Wimar bercerita bahwa orang memiliki banyak sekali teman dan kita juga sering bepergian, begitu pun teman kita. Suatu saat kita pasti pernah ngalamin berada di tempat yang sama dengan teman lama kita dalam waktu yang sama. Contoh, misalnya kita makan di PIM, seminggu setelah makan kita bertemu teman dan mengobrol. Teman kita kemudian bercerita bahwa dia juga ada di PIM pada waktu itu. Nah, ini lah kenapa koprol.com memiliki fasilitas check in.

Fasilitas check in pada waktu itu sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan teman di dekat kita. Selain itu, kalau tidak salah, koprol.com punya fasilitas yang membuat kita bisa melihat teman-teman mana yang sedang berada di dekat tempat kita. Misal, saat kita pergi ke bandara ke terminal 1 C, lalu kita buka peta di koprol.com. Nanti di peta tersebut akan menunjukan siapa saja teman koprol kita yang sedang berada di terminal 1 C dan tidak hanya itu, jika peta di zoom out maka akan terlihat teman kita yang check in di tempat yang dekat dengan kita. Misalnya teman kita yang sedang berada di terminal 3.

Perbedaan koprol.com dengan facebook pada waktu itu adalah tujuan. Menurut saya koprol jauh lebih manusiawi dan lebih asik. Kenapa? Jika facebook menenggelamkan kita dalam dunia antah berantah atau dalam kata lain membuat kita anti-sosial, koprol.com justru sebaliknya. Koprol membuat dan memudahkan kita untuk bertemu muka atau bersosialisasi secara nyata. Simplenya, koprol itu memudahkan dan mendorong kita bersilaturahmi.

Nyampah yang Berguna

Beberapa waktu lalu seorang teman yang sudah lama tidak bertemu menelpon. Dalam sebuah percakapan dia bilang bahwa saya alay karena tukang “nyampah”. Nyampah itu maksdunya seringkali berbagi segala macam di jejaring sosial termasuk salah satunya check in.

Ada lagi seorang teman yang memutuskan untuk bermusuhan dengan jejaring sosial kemudian memilih hidup di dunia nyata. Bukan lagi di dunia maya. Karena menurut dia, dunia maya membuat kita menjadi anti-sosial.

Saya, memilih untuk tetap tinggal di dunia maya dan tetap nyampah. Buat saya, orang yang bilang alay orang yan nyampah adalah orang yang tidak tahu kenapa ada fasilitas nyampah di jejaring sosial. Seperti yang sudah saya tulis, fasilitas nyampah atau check in maksudnya adalah fasilitas yang disematkan dengna tujuan mulia. Yaitu membuat seseorang bertemu muka atau silaturahmi. Bukan sekadar pamer atau gaya-gayaan atau sohor-sohoran.

Hasilnya

Saya pernah mengalami dua kejadian yang berkaitan efek dari nyampah.

Pertama. Satu waktu ternyata saya pernah berada di satu tempat dan satu waktu dengan saudara sepupu saya. Saat itu saya sedang mengantar sepupu saya yang lain ke terminal 1 A Soetta untuk pulang ke Lampung sedangkan sepupu saya sedang di terminall 1 B untuk tebang ke Bali. Tapi akhirnya kami tidak bertemu. Nobody Check in.

Kedua. Seorang teman check in di sebuah tempat ngopi di daerah Pangpol dan tak lupa dia mengunggah foto tempat itu. Tempatnya asik sekali. Sangat vintage. Buat saya yang suka ngopi, check in teman saya tadi amat berguna untuk saya menambah daftar tempat ngopi yang asik. Jika teman saya gak check in, mungkin saya gak pernah tau.

Jadi, nyampah ternyata punya beragam manfaat, ya. Kalo orang ngatain alay buat orang yang tukang nympah, saya mau ngatain pelit buat orang yang jarang nyampah. Pelit informasi. Hehe.

Selamat nyampah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s