Novel Mulai Mau Berteman Lagi

Sebelum membaca tulisan ini, Anda boleh dengarkan lagu Adhitya Sofyan yang Sesuatu di Yogyakarta. Atau Bersenjagurau, atau Sampai jadi Debu, atau Tiga Pagi.

Saya baru saja membereskan membaca novel Dilan. Norak ya?! Padahal udah dari kapan-kapan nge-hits tapi baru dibaca sekarang. Oke, biar gak terlalu norak saya mau bikin pembenaran atau.. ah ga tau apa itu namanya tapi yang jelas begini:

Saya itu sudah familiar dengan karya Pidi Baiq dari jaman sejak pindah ke Bandung. Saya berkenalan dengan Pidi Baiq (biar keliatan akrab) berawal dari The Panas Dalam. Perkenalan saya berlanjut dengan membaca buku-bukunya. Drunken monster dan lain-lain yang sebenernya saya sendiri ga pernah baca bukunya. Saya beli tapi saya ga baca. 

Cukup. Cukup saya membuat pembenaran.

Beberapa bulan ini saya mulai akrab lagi dengan novel. Dulu pernah akrab tapi karena dia pernah bikin masalah, saya jadi musuhan dengan novel. Sekarang sudah baikan lagi.

Beberapa minggu ini saya sudah menghabiskan 3 novel. Lumayan tebal. Yang terakhir novel Dilan yang baru saja selesai saya baca. Tahu apa yang saya rasakan setelah membaca novel-novel tersebut? Nah ini sebenarnya yang saya mau bahas.

Sudah 3 novel saya baca dan sudah 3 kali saya merasakan hal yang sama. Saat saya akan segera selesai membaca setiap novel saya merasa seperti liburan seru bareng teman yang akan segera berakhir. Senang tapi ada perasaan bgmn yaa.. Kalo tidak salah saya pernah menulisnya di blog ini tentang waktu maghrib setelah jalan-jalan.

Apapun, perasaan itu adalah perasaan tidak terlalu mengenakkan. Lebaynya: seprti sepi mulai menempel di ujung kaki. Semakin halaman demi halaman dibuka, sepi itu semakin menjalar manuju kepala. Saya merasakan sepi berjalan dari ujung jari kaki, melwati betis, naik ke perut, kemudian ke ulu hati. Di ulu hati yang paling menyengat terasa.  Sampai akhirnya dia naik ke dada dan sampai lah dia ke kepala berbarengan dengan habisnya halaman novel terebut. Dan  di situ juga akal kita seolah menepuk-nepuk pipi. Dia bilang: sadar woy! Mungkin kykanya elo emang kesepian deh.

Begitu kurang lebihnya kalo dari sisi lebay. Tapi yang mau saya katakan adalah novel kini menjadi teman saya. Saat novel itu habis saya merasa kehilangan teman. Mungkin kamu yang baca ini  melihat saya seperti kesepian. Kalo memang seperti itu, kamu salah besar. Saya tinggal dan hidup di tengah keluaga yang hangat tapi  memang saya suka mengeksplorasi sisi lain dari diri saya.  Ngerti gak?! Gini  perhatikan paragraf berikut:

Kamu tau Glen Fredly? Kalo ga tau berarti kamu ga asik. Lanjut aja ke paragraf di bawah ini. Kamu pikir mentang-mentang Glen sering nyiptain lagu galau terus seluruh hidupnya galau terus. Ya kagak lah. Hidup Glen bahagia (kayaknya). Dia punya banyak teman, banyak kerjaan, banyak karya, banyak manggung. Tapi memang dia suka menggali sisi mellownya dia. Paham kan sekarang.

Saya lebih senang bercerita dan mendengarkan cerita ketimbang membaca. Tapi sekarang, tak ada telinga yang mau mendengar cerita saya. Tak ada juga cerita yang bisa saya dengar.

Lah! Katanya tinggal di keluarga yang hangat? Kok ga punya telinga?

Kamu yang bertanya itu pasti yang ga tau Glen Fredly. Gini, bukan telinga asal telinga, bukan cerita sembarang cerita. Yang saya mau dengar itu cerita dari Milea. Dan telinga yang saya butuhkan itu telinganya Milea. Milea-nya saya.

Milea saya sekarang lagi Temporary Inactive. Akibatnya jadi lah saya sekarang memilih untuk bercerita ke telinga saya sendiri. Dan otomatis telinga saya hanya mendengar cerita dari mulut saya. Ceritanya ya yang ada di novel itu.

Oh iya biar ada gambarnya, sekarang saya punya tempat baca novel baru. Bisa sambil ngopi plus bisa liat sungai. Asyik kan. Ini tempatnya.

By The Way, sebenarnya saya sedikit malu. Di umur yang tidak remaja lagi ini masih saja (kadang) curhat lewat tulisan. Macam ABG yang nulis diary. Biarlah. Anda anggap saja masa remaja saya kurang bahagia. Santai saja..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s