Terhipnotis

Siang tadi sebuah email masuk. Notifikasinya muncul di layar gawai saya. Saya pikir dari si dia, ternyata bukan. Ternyata datang dari pengirim yang bisa dibilang penting dan tidak. Biasanya kalau mereka mengirim email notifikasinya langsung saya geser ke kanan agar segera menghilang.  Tapi kali ini beda. Pengirimnya tetap sama, tapi sesuatu membuat saya ingin membukanya, judulnya.

Judul email itu berhasil membuat saya meleleh. Saya ketuk notifikasinya dan jreng terbukalah email itu. Hal yang tidak pernah saya lakukan saat emai dari mereka datang. Tahu apa isi emailnya? Entah lah. Saya tidak berniat melihat lebih dalam karena yang dikirimnya gambar dan sebuah link. Biarlah itu tidak penting. Yang terpenting adalah seberapa dahsyat kah judulnya sehingga saya akhirnya mau membukanya?

Buat saya judul itu menarik. Stimulusnya berhasil membuat saya merespon untuk membukanya, bukan sekadar membaca judulnya sama. Email itu memanggil nama saya, dan memberitahu jika saya pantas mendapatkan sesuatu yang spesial.

Memanggil  nama yang dilakukan orang asing akan lebih menyita perhatian kita. Konon kabarnya dalam dunia marketing memanggil nama adalah strategi agar orang yang ada di depan kita merasa dihormati. Tapi terlepas dari itu semua, judul email itu menarik.

Sebelum menerima email itu, saya dikirim tautan oleh seorang teman, sebutlah Midun, yang mengarahkan ke sebuah foto pemandangan yang dibidik oleh fotografer yang foto-fotonya banyak menuai pujian. Objeknya adalah persawahan yang berundak-undak di Bali di ambil dari perspektif atas kalo gak salah “birdeye” istilahnya. Fotonya bagus, sangat bagus deng, tapi yang jadi perhatian bukan fotonya melainkan komentar-komentarnya. Ada salah satu komentar yang menarik buat saya.

Kondisinya, saya sudah berdecak kagum dengan fotonya mas Kendal. Kekaguman saya menelurkan keinginan untuk ke objek tersebut dan melihat dengan kepala sendiri bagaimana keindahannya. Ditambah lagi komentar tadi. Komentar tadi membuat saya semakin yakin untuk ke sana dan mencari di mana Hiden Beaches itu. Keinginan itu datang dari dalam diri. Keinginan yang tidak teucap di mulut tetapi terucap di.. ah di mana ya.. Saya bingung buat kata-katanya. Intinya keinginan itu datang dari dalam, entah  itu dari hati atau pikiran. Nah, sama seperti keinginan kita pada saat berbuka puasa ingin makan sesuatu, Tanpa diucapkan tapi langsung saja dikerjakan. Dicari mana yang jual makanana yang kita inginkan itu.

Nah, keinginan itu seolah bergumam dalam hati seperti ini:

Kapan-kapan ke sana ah, cari di mana hiden beach-nya.

Baiklah. Jadi inti yang saya mau berikan adalah ternyata sebuah tulisan itu bisa menggerakkan seseorang. Ini berkaitan dengan branding. Bagaimana seroang pengusaha memberikan nama dan mencari slogan utuk produknya. Beberapa orang bilang hal itu adalah strtegi marketing tapi buat saya itu adalah komunikasi. Itulah mengapa Branding tidak tabu dan tidak haram diriset dari perspektif ilmu komunikasi. Tulisan atau nama memberikan stimulus. Manusia akan merespon hanya dengan mendengar atau membaca sebuah nama.

Selanjutnya, kita perhatikan berbagai judul video yang berseliweran di youtube. Ambalayah-nya ( berserakan dalam jumlah besar dalam bahasa Sunda) konten video di youtube memaksa para creator untuk memberikan sesuatu yang akan menarik penonton untuk meng-klik videonya. Salah satunya adalah dengan membuat judul yang menarik.

Kita bisa lihat bagaimana mereka menggunakan kata-kata yang memprovokasi.  NGERI!!, TERBARU!, TERUNGKAP!, dan lainnya. Saya tidak tahu apakah Anda ikut terprovokasi tetapi yang  jelas saya iya, Saya terprovokasi. Ternyata, saya norak. Ternyata ilmu memprovokasi orang lewat tulisan itu sudah ada dengan konsep “Hypno Writing”. Tulisan yang akan menghipnotis pembacanya untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan efek tertentu. Sepertinya memang manusia ini punya satu kesamaan terkait tulisan. Saya pribadi sangat mudah terhipnotis dengan kata-kata seperti ini tersembunyi.

Kata tersembunyi sering kita lihat sejejar pada kata-kata lain, seperti:

  • Air terjun tersembunyi
  • Niat tersembunyi (yang ini jadi bahan gibah biasanya)
  • Pantai tersembunyi.
  • Ruangan tersembunyi
  • Harta tersembunyi

Buat saya kata-kata tersembunyi sangat memprovokasi saya.  Bagaimana dengan Anda?

Oya, Anda gak tertarik melihat foto yang mas Kendall potret? Biasakan melihat sekliling selain objek yang saya lingkari. Anda ga lihat pujian-pujian yang semuanya bagus yang bertebaran di kolom komentar. Itu ga membuat Anda penasaran untuk melihat fotonya?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s